Review dan Sinopsis Film Ali & Nino (2016)

Film ini merupakan film garapan sutradara Asif Kapadia yang diadaptasi dari novel ciptaan Kurban Said. Well, ini film pertama yang aku tonton yang berasal dari negara yang beda, streaming pula tanpa mendownload terlebih dulu. Biasanya, kalau didownload terlebih dahulu pasti nanti akan masuk file ‘belum ditonton’, dan ditontonnya itu berbulan-bulan kemudian. Hehee. Genre nya historical romance. Aku suka dengan film yang berbau sejarah, karena itu akan menambah khazanah kita tentang sejarah. Saeguk (drama korea  kerajaan) aja aku suka. Kolosal Indonesia? Indoeskrim, Misteri Gunung Merapi? Why not? hehe..
 
Pemain utama dari film ini sebenarnya sudah ku kenal, yaitu Maria Valverde, aktris asal Spanyol yang terkenal lewat filmnya yang berjudul “Tres Metros Sobre el Cielo” (Three Steps Above Heaven) pada tahun 2010. Ia berperan sebagai Nino Kipiani, putri keluaraga bangsawan Georgia. Nino disini ternyata cewek ya... Nino nya sudah, sekarang yang jadi Ali adalah Adam Bakri. Adam Bakri ini adalah aktor asal Palestina dan pernah terkenal lewat film Omar di tahun 2013.

Menurut aku, film ini apik banget. Rating di imdb nya saja 7,4/10. Mengambil tema tentang kisah cinta dua anak manusia dari Azerbaijan dan Georgia, setting latar tahun 1914-1920 yang mana dimulai ketika pecahnya perang dunia I di Eropa. Pada saat itu, Azerbaijan yang berada di sebelah timur dan Georgia yang berada di sebelah barat berada di bawah kekuasaaan Rusia. Jika ditonton keseluruhan, film ini sebenarnya menceritakan tentang sejarah Negara Azerbaijan yang berjuang untuk merdeka dari Rusia.

Ali Khan Shirvanshir terlahir di keluarga kerajaan Azerbaijan, seorang muslim syiah yang tinggal di Baku jatuh cinta dengan gadis keturunan keluarga bangsawan asal Tbilisi, Georgia, Nino Kipiani yang menganut agama kristen ortodoks. Masing-masing keluarga merestui hubungan mereka, serta tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada, terutama dalam hal agama. 

Akan tetapi pada suatu  hari, Malik Nakhararyan orang Armenia yang mempunyai hubungan bilateral dengan keluarga Shirvanshir jatuh cinta dengan Nino, membawa kabur Nino menuju pesisir pantai hendak ke Moskow. Hal tersebut diketahui oleh Ali dan menyusul untuk menyelamatkan Nino. Setelah sampai di tujuan, Ali dan Malik terlibat perkelahian yang menyebabkan terbunuhnya Malik oleh Ali. Demi menghindari pertikaian dengan keluarga Nakhararyan, sang ayah -Safar Khan- mengirim Ali ke pegunungan di Dagestan untuk bersembunyi. Sementara itu, ayah Nino pun mengetahui kejadian tersebut dan berencana untuk membawa Nino ke Moskow untuk memulai kehidupan baru. Karena akibat kejadian tersebut bisa mengakibatkan tidak adanya pria yang ingin menikahi Nino. Namun, ternyata Nino mempunyai rencana lain, yakni menyusul Ali ke Dagestan.

Di Dagestan, mereka kemudian menikah dengan tetap berada pada keyakinannya masing-masing dan menjalani kehidupan rumah tangga dengan sederhana jauh dari hingar bingar latar belakang keluarga mereka yang kaya raya. Hingga suatu hari, ayah Ali memberitahukan bahwa keadaan di Baku sedang kacau karena pasukan setia Tsar -pemimpin Rusia yang turun tahta- membelot dan membuat kekacauan dimana-mana. Pasukan Azerbaijan yang tadinya setia kepada Tsar pun mulai gencar kembali berada di garis depan untuk membebaskan Azerbaijan dari kekuasaan Rusia. Perang pun dimulai. Ketika perang mencapai puncaknya, Nino diasingkan ke Persia yang mana saat itu Nino sedang dalam keadaan hamil.

Pada tanggal 28 Mei 1918, Azerbaijan memproklamirkan kemerdekaannya menjadi Negara Republik Demokratis Azerbaijan dengan Fatali Khan Khoyski sebagai Perdana Menterinya, sedangkan Ali diangkat menjadi deputi menteri luar negeri. Setelah momen kemerdekaan tersebut, tidak berapa lama Nino melahirkan seorang bayi perempuan cantik hasil pernikahannya dengan Ali. Dua tahun berselang, tepatnya tanggal 28 April 1920 tentara Bolshevik dari  Rusia menembus perbatasan dan mengepung Azerbaijan. Ali meyuruh Nino dan sang anak untuk melarikan diri dari kota menuju ke Paris. Ali berjanji akan menemui mereka disana dan menjadikan Paris sebagai kota bulan madu mereka. Apakah Azerbaijan bisa mengalahkan tentara Bolshevik? Apakah Ali berhasil untuk menyusul Nino dan sang anak ke Paris? Apakah mereka berhasil bersatu?
Dari keseluruhan cerita, semuanya bagus dan recommended baaanget buat kamu tonton. Akan tetapi, menurut aku ada beberapa kekurangannya nih dari film ini:
  1.  Dari awal film tidak menjelaskan kapan Ali dan Nino berkenalan tahun berapa tepatnya. Yang  ada hanya mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama di pesta perayaan kelulusan Ali.
  2. Ada adegan dimana saat Ali diundang jamuan makan oleh keluarga Kipiani, Ali ditawari minum alkohol dan Nino mengingatkan ayahnya kalau Ali dilarang minum alkohol, tapi akhirnya Ali malah menerima tawaran ayahnya Nino. ckckck. Seharusnya, menurutku sih walaupun demi menghormati keluarga tuan rumah, tetapi hendaknya tetap mempertahankan ajaran yang kita yakini. Tuan rumah pun pasti akan menerimanya dan tidak menganggap itu sebagai rasa tidak hormat.
  3. Ada adegan dimana mereka melakukan hubungan layaknya suami isteri padahal saat itu mereka belum menikah. Baru setelah itu, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah. Agak riskan sih  mengingat Ali adalah seorang muslim. Mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi ini...
  4. Tatacara pernikahnannya sedikit aneh menurutku. Karena di film ini diceritakan nikah beda agama, dan ibaratnya nikahnya itu seperti nikah siri atau nikah kiayi tanpa adanya wali hakim resmi. Entahlah mungkin di film ini mengacu pada tatacara Islam Syiah (FYI, Azerbaijan ini 85% penduduknya menganut Islam Syiah). Dan aku belum membaca lebih banyak tentang Islam Syiah.
Mengenyampingkan kekurangan-kekurangan yang aku sebutkan tadi, mending kamu tonton saja filmnya daripada penasaran akut. Aku sudah beberkan semua ceritanya, bukan spoiler lagi malah. Aku hanya sengaja bikin kamu penasaran soal endingnya saja. Enak kan? Yuk ah tonton !!! Setelah kamu tonton, kamu wajib baca sejarah mengenai Azerbaijan. Yaaah minimal dari wikipedia saja hanya sekedar untuk membandingkan versi film dan sejarah aslinya. Lumayan kan, dengan menonton film Ali & Nino kamu dapat dua manfaat sekaligus, pertama sebagai hiburan dan kedua kamu dapat pengetahuan yang baru.

Apakah benar tokoh Ali dan Nino itu adalah kisah nyata? Well, happy watching and happy reading dear...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku The General's Wife

Keutamaan Allah menjadikan Malam untuk Istirahat

Jelang Adu Gengsi Raksasa Eropa